Rabu, 10 Juni 2015

Masyarakat kota kediri dengan lambang kebesarannya

Siapa yang mengaku warga kota kediri pasti sudah mengetahui kalimat “ djojo ing bojo “, di artikel kali ini saya akan mengupas sedikit tentang lambang kota kediri, untuk apa saya mengupas tentang lambang kota kediri?,lambang itu suatu gambaran masyarakat yang ada di kota kediri.
Lambang Kota Kediri

Penjelasan Lambang Kota Kediri
Tertera dalam lambang:
1.      Buto Locoyo
2.      Perisai
3.      Macan Putih (Sri Aji Joyoboyo)
4.      Bunga Melati
5.      Padi dan Kapas
6.      Dewi Kilisuci
7.      Pita "Djojo ing Bojo"
8.      Sayap berbulu 17 dan 8 dan ekor berbulu 4 dan 5

Penjelasan:

a.   Buto locoyo (Ki Ageng Dhoho) patih yang setia, teguh dan jujur dari Sri Aji Joyoboyo, penjaga Kota Kediri, lambang Kesetiaan, Keteguhan dan Kejujuran.
b.   Perisai, lambang Pertahanan
c.    Macan Putih (Sri Aji Joyoboyo) Raja Pujangga ahli nujum ternama dari Kediri, lambang Waspada
d.   Bunga Melati, bunga nasional (Bunga Pusaka Indonesia) berdaun lima lambang Pancasila
e.   Padi dan Kapas, lambang Kemakmuran
f.    Dewi Kilisuci namanya sesuai dengan jiwanya. Ia bertapa untuk kepentingan saudaranya yang diberi haknya untuk memimpin rakyatnya (dia lapar untuk orang lain), lambang tidak mementingkan diri sendiri
g.   Pita "Djojo ing Bojo" adalah bahan pengikat atau mempersatukan, lambang Persatuan
h.   Sayap dan ekor berbulu 17, 8, 4 dan 5 atau 17-8-1954, lambang Proklamasi Kemerdekaan Bangsa Indonesia

Kesimpulannya:

Warna         Dengan Keberanian, Kesucian, dan Penderitaan dapat tercapai hasil yang gilang gemilang
Lambang     Kediri tetap Waspada dan mempertahankan Proklamasi Kemerdekaan Bangsa Indonesia yang berdasarkan Pancasila dengan Keberanian, Kesucian, Keteguhan dan tidak takut Penderitaan untuk mencapai hasil yang Gilang Gemilang (Aman dan Makmur)

Penjelasan Warna Asli yang Tertera dalam Gambar Lambang

1.    Dasar berwarna Hitam
2.    Buto Locoyo, Padi dan Kapas, Dewi Kilisuci berwarna Kuning
3.    Garis terputus-putus/titik-titik pada kepala, tangan dan kaki Buto Locoyo juga pada sayap dan ekor burung berbulu 17,8,4, dan 5 berwarna Coklat
4.   Perisai berwarna Merah
5.   Macan putih (Sri Aji Joyoboyo), bunga melati berwarna Putih
6.   Pita "Djojo ing Bojo" berwarna dasar putih dan huruf hitam


Penjelasan Arti Warna Kuning dan Hijau bagi Rakyat Kota Kediri yang Tertera dalam Panji
Dalam perjalanan sejarah kehidupan rakyat Kota Kediri, disamping warna merah-putih, terdapat sepasang kombinasi warna yang menduduki tempat istimewa dalam kalbunya, yakni kombinasi warna HIJAU-KUNING
KUNING-HIJAU
Kombinasi Kuning-Hijau itu menggambarkan perpaduan yang harmonis antara air Sungai Brantas dan kesuburan tanah di sepanjang tepinya. Kombinasi tersebut juga mempunyai latar belakang dalam sejarah bagi rakyat Kediri.

Pada abad X, (masa Empu Sindok Cri Iqanawikrama Dharmatritunggadewa), warna Kuning menggambarkan Kebesaran dan Kemegahan tampuk pimpinan. Sedangkan Hijau adalah lambang Kemakmuran tanah dan rakyat.

Timbulnya Kediri yang juga disebut Dhaha atau Panjalu terjadi pada abad XI, sewaktu raksi Hulu Cri lokacwara Dharmawangsa Airlangga Anantawikrama Tunggadewa akan mengakhiri pemerintahannya.

Kediri berdiri di samping Jenggala dan tampuk pimpinan diserahkan oleh Airlangga kepada Cri Castraprabhu, juga disebut Cri Jayawarsa, hampir dua abad lamanya Kediri turut memegang pimpinan sejarah Indonesia disamping Criwijaya di Sumatra.

Kebesaran ini dapat kita lihat pada peninggalan-peninggalan yang masih ada, dan antara lain dikuatkan oleh berita-berita dari bangsa sahabat sejak jaman purba.
Chu Ku Fei yang pernah mengunjungi Kediri pada abad ke XII menyatakan bahwa warna kuning dan hijau merupakan warna hiasan gedung-gedung resmi.

Berdasarkan sumber tersebut, Prof. Dr. N.J. Krom R.A Kern dalam bukunya "Geschiedenis van Nederlandsch Indie", menulis antara lain: "... De Fraaiehuzen vallen op, versierd met gele en groene tichels." ("Rumah-rumah yang indah tampak jelas terhias dengan ubin-ubin Kuning dan Hijau").

Mengingat keterangan tersebut diatas, maka jelaslah bahwa kombinasi warna kuning -hijau telah lama dikenal oleh rakyat Kediri dan menduduki arti istimewa dalam hati dan jiwanya.
sumber : http://kedirikota.go.id/

Pelatihan operasional aplikasi surga kota kediri


Untuk melayani masyarakat kota kediri dengan sepenuh hati, pemerintah kota kediri memberikan wadah untuk keluh kesah yang saat ini di rasakan oleh kebanyakan masyarakat, seperti wacana dulu yang pernah terdengar di masyarakat kota kediri yaitu dari rakyat dan untuk rakyat, jadi pemerintah bertugas untuk menjembatani kemakmuran masyarakat khususnya masyarakat kota kediri.

Dengan adanya aplikasi sms surga, masyarakat kota kediri lebih mudah untuk memberikan masukan kepada pemerintah terkait dengan harga ekonomi, fasilitass yang ada di kota kediri itu kurang bagaimana, dan yang baru-baru ini dengan prodamas (progam pemberdayaan masyarakat) itu sudah berjalan atau belum, intinya aplikasi sms surga itu untuk pengaduan masyarakat apapun itu akan ditampung dan dipertimbangkan.

Pemerintah kota kediri ternyata tidak berhenti di aplikasi sms surga saja, selain memberikan sms untuk pengaduan masyarakat pemerintah juga memberikan pelatihan untuk masyarakat kota kediri, pelatihan itu berguna untuk masyarakat yang masih awam, pelatihan itu akan di laksanakan pada hari jum’at 12 juni 2015 bertempat di kampus 1 politeknik kediri yang terletak di jl.mayor bismo no.27 kota kediri. Rencananya pelatihan itu akan di ikuti oleh seluruh kelurahan yang ada di kota kediri.

Di sini saya akan memberikan sedikit caranya untuk mengadukan masalah masyarakat yang ada selama ini dengan cara berikut :

Pembukaan Lomba TIK 2015

Lomba TIK di Gedung Joyoboyo

Pembukaan Lomba TIK 2015 digelar pada hari Senin (8/6) bertempat di Ruang Joyoboyo Pemerintah Kota Kediri. Acara dihadiri oleh Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar, Sekretaris Daerah Kota Kediri Budwi Sunu HS, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kasenan dan Kepala SKPD di lingkungan Pemerintah Kota Kediri.
Lomba ini digelar pada tanggal 8-11 Juni 2015. Pada tanggal 8-9 Juni presentasi lomba aplikasi. Tanggal 10 Juni lomba pembuatan blog dan pembuatan game. Tanggal 11 Juni pelatihan internet marketing dan animasi.
Tujuan dari diadakannya lomba ini adalah untuk mendorong kreatifitas masyarakat di bidang teknologi informasi dan komunikasi, juga memberikan motivasi kepada masyarakat, mahasiswa dan pelajar untuk berkreasi di bidang TIK yang nantinya hasil dari kreatifitas tersebut berguna untuk menunjang proses pembangunan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Kediri.

Selain itu lomba ini digelar juga untuk mempercepatterwujudnya sistem E-Goverment dalam mendukung tata laksana pemerintah yang baik. Dan menjembatani hasil kreasi, inovasi dan pengembangan karya dari masyarakat sebagai wadah informasi perkembangan TIK antara pemerintah, dunia usaha dan masyarakat.

Sambutan Walikota Kediri
Dalam sambutan Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar mengatakan, ketergantungan masyarakat Kota Kediri terhadap keterbukaan informasidan teknologi sangat besar. Sehingga untuk itu pemerintah harus cepat  tanggap. Lomba ini menjadi gerbang Kota Kediri untuk menjadi lebih baik dan lebih cerdas lagi. Sehingga dapat menjadikan Kota Kediri menjadi kota yang lebih keren lagi.
Dalam lomba hari ini beberapa peserta menampilkan aplikasi-aplikasi yang menarik diantaranya aplikasi terobosan relokasi PKL, aplikasi publikasi historia Kota Kediri dan  sistem harga sembako berbasis mobile. sumber :http://kedirikota.go.id/